Senin, 22 Desember 2014

IBU

       
       Iya ibu, dia adalah wanita yang sangat luar biasa. Wanita yang rela mengorbankan nyawanya demi melahirkan kita. Membawa kita kemana-mana di dalam perutnya selama 9 bulan, menahan rasa sakit saat kita menendang-nendang di dalam perut. Menahan rasa sakit dan bertaruh nyawa nya demi melahirkan kita. Ketika kita sudah lahir dengan sehat, rasa sakit yang di rasa hilang meskipun sakit itu masihlah terasa. Tapi ibu sangatlah bahagia dengan melihat anaknya lahir dengan selamat dan sehat. Lalu mereka merawat kita mulai bayi sampai kita dewasa.
          Tapi apa yang sudah kita balas kepada ibu kita, yang ada hanya kita selalu membuat kecewanya. Tapi kadang ibu hanya diam saja ketika ia kecewa dan sakit hati kepada kita.  Tanpa kita ketahui dibelakang kita ia menangis karena kelakuan kita yang mengecewakan, tapi ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kita, dan selalu mendo’akan kita di setiap sujudnya. Apa kita selalu mendo’akannya di setiap sujud kita???
          Yuk perbaiki semuanya mulai sekarang, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri dan saya pun juga begitu masih banyak sekali yang harus di perbaiki hehe... Dan ini ada kutipan yang saya ambil dari buku Halaqah Cinta.

Mari di simak :D

          “Ada tiga doa yang langsung diterima oleh Allah secara langsung, yaitu orang yang teraniaya, doa seorang musafir, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR. Turmudzi, Ahmad, dan Abu Dawud)
          Ibu telah mengandung kita selama sembilan bulan. Ibu bersusah payah melahirkan kita sampai mempertaruhkan nyawanya. Ibu menyusui kita sepanjang waktu, hingga ia usir rasa kantuknya karena menjaga kita. Ibu menjadikan pangkuannya sebagai ayunan kita. Ibu memberikan kita semua kebaikan. Jika kita sakit atau mengeluh, tampak di wajahnya kesusahan yang luar biasa. Seandainya ia harus memilih antara kita dan dirinya sendiri, ia nggak akan ragu untuk memilih diri kita, meski itu bedampak kehilangan nyawanya. Betapa banyak kebaikan ibu kita. Tapi, betapa buruk akhlak kita kepadanya. Ibu selalu mendoakan kita, kita kadang ingat kadang lupa.
          Tatkala ibu membutuhkan kita saat ia sudah tua renta, kita tanpa sadar menjadikannya bak barang yang nggak lagi berharga. Kita kenyang, sementara ia lapar. Kita tidur nyenyak, sementara ia gelisah. Sekarang, mari perbaiki prasangka kita kepada orang tua.
          Dan yang masih mau baca lagi ini ada bacaan lagi, semoga bisa menyentuh hati kita. Tapi yang gak mau baca ya gak apa. Tapi saya jamin ini bagus haha :D

Surat dari Ibu

Anakku sayang,
Suatu ketika, jika aku makan dengan berserakan
 atau memecahkan sebuah piring
atau menumpahkan sup di atas meja
Aku harap kau tidak memarahiku,
Karena pengeliatanku sudah berkurang
Tanganku tak lagi kuat saat memegang.
Bersabarlah...
Ingatkah berapa lama aku mengajarimu makan dan minum dahulu??

Suatu ketika, jika berulang-ulang aku menanyakan hal yang sama kepadamu
Jangan memprotesku
Pendengaranku mulai berkurang.
Mohon ulangi apa yang kau katakan
Atau tuliskan
Ingatkah saat kau kecil
Kau selalu memintaku membacakan buku cerita yang sama berulang-ulang?
Setiap malam, setiap hari, sampai kau tertidur
Dan aku selalu memenuhinya

Suatu ketika jika aku sudah tak mau makan
Jangan paksa aku
Aku tahu kapan lapar dan kapan tidak lapar
Biarkan aku yang menentukan sendiri, jangan dimarahi.
Ingatkah ketika dulu kau sulit makan
Aku dengan sabar menyuapimu?

Suatu ketika, jika lututku mulai lemah
Aku harap kau memiliki kesabaran untuk membantuku bangun
Sebagaimana aku selalu membantumu
Saat kau masih kecil untuk belajar berjalan.

Suatu ketika, jika sesekali aku kehilangan ingatanku
Atau tak bisa mengikuti percakapan yang kau bicarakan
Berikan aku wantu untuk mengumpulkan ingatanku kembali.
Tapi bila aku juga tak bisa mengingatnya
Jangan menjadi orang yang meremehkan dan sombong kepadaku.
Aku mohon, jangan bosan kepadaku
Sebab yang paling penting bagiku adalah bersamamu
Dan kau bersedia mengajakku bicara
Meskipun kadang pembicaraanku membosankan
Aku mohon, berikan aku waktu untuk bersamamu
Apakah kau ingat, ketika kau masih kecil
Aku selalu mendengarkan apa pun yang kau ceritakan tentang mainanmu?

Maafkan juga bauku,
Tercium seperti orang yang sudah renta.
Tubuhku lemah
Orang tua mudah sakit karena mereka rentan pada dingin.

Aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu.
Aku harap aku tidak memalukan bagimu.
Apakah kau ingat, ketika kau masih kecil
Aku selalu mengejar-ngejarmu
Karena kau tak ingin mandi?

Anakku, tahukah kau
Setiap selesai salahku
Aku selalu berbisik kepada Allah.
Meminta agar dia selalu memberikan keberkahan hidup padamu
Karena kau mencintai ibu dan ayahmu.
Terimakasih atas perhatianmu, Nak.

Aku mencintaimu.


Ibu.

Senin, 30 Juni 2014

La Tahzan, Jadilah Wanita yang Paling Bahagia


Sekali lagi air mata itu tumpah, bagai melegakan hati pemiliknya.
Wanita,
Kadangkala diuji dengan sehebat-hebat ujian.
Zahirnya lemah tapi batinnya gagah anugerah Tuhan.

La tahzan.
Optimislah dengan ujian. Itu hadiah Tuhan.
Bersyukurlah. Beruntunglah.
Dari jutaan, engkau pilihanNya.

Kita rasa kitalah yang besar ujiannya. Kita rasa kitalah paling berat bebanannya.
Come on. Ada orang lagi besar ujiannya. Lagi berat bebanannya.
Jangan merungut sayang. Jangan mengeluh walau sedetik.
Kita milik Dia. Dulu, Kini. Dan selamanya.
Maka Dia berhak menentukan yang sebaiknya buat kita.
Bukan hanya di dunia. Bahkan hingga ke daerah sana.

Jalan takdir Allah tak pernah salah.
Berbaik sangkalah dengan aturanNya.
Jika perlu untuk engkau menangis, maka menangislah.
Tapi sayang, jangan sedih lama-lama.
Nampak macam kita kurang redha dengan apa yang Allah aturkan.
Takdir Allah is something yang unexpected.
Miracle things may come soon. Soon.
Engkau harus percaya.
Ya, percaya.

La tahzan.
Syurga itu mahal sayang, bukan mudah kita nak dapat.
Even people always said, benda yang payah nak dapat itulah yang kita akan benar-benar hargai.
Dan kita pasti bahagia sangat bila dapat.
Itu pasti.
Senyum.

Tapi terkadang ada masa kita jatuh.
Tak mampu nak bangun.
Tapi, ingatlah. Walau apa pun, Allah akan tetap menemani.
Just beside you.
Selalu.
Allah akan ubat luka di hati kita.
Perlahan. Perlahan.
Inilah hadiah buat hambaNya yang bertabah!
Tears.

InsyaAllah, bila Allah redha, Allah akan mudahkan.
Tak mudah. Siapa kata mudah?
Tapi inilah kasih sayang Tuhan.
Berdamailah dengan takdirNya.
Dan sampai masa kita akan faham, ada perkara yang memang dah tertulis akan terjadi.
Dan tertulis di Luh Mahfuz.
Dan kita mesti berhenti daripada memaksa ia jadi macam yang kita nak.
Tetaplah sabar dan redha dengan aturanNya.

Bukalah surat cinta dariNya.
Pasti akan damai hatimu.

” Maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku)” [Yusuf: 18]

La tahzan. Kesatlah air matamu.
Allah ada.
Allah tahu.

“Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mengetahui segala isi hati.” [Al-Maidah:7]

Dan ingatlah,

“Kebahagiaan kita tidak terletak pada harta, tidak pada penampilan diri, tidak juga pada gemerlap perhiasan dan keindahan dunia. Ukuran kebahagiaan terkait erat pada hati dan ruh manusia yang mendamba redha Tuhannya.” -Hasan Al-Banna-

La tahzan,
Jadilah wanita yang paling bahagia! :)

Jumat, 27 Juni 2014

Ketika Kesabaran Sedang Diuji

Kesabaran dalam menghadapi lingkaran permasalahan, tentu semua orang berbeda-beda cara menerapkan solusinya. Dengan sabar pula hendaknya kita dapat mengatur pola emosi yang bergema diruang hati dan pikiran yang menyesakan dada.

Sungguh berat ujian kesabaran bagi yang menjalaninya. Sabar…sabar, satu kata yang sejuk didengar namun sulit untuk merealisasikannya pada dunia nyata. Betulkah ? hehehe.

Sabar itu bagi saya identik dengan menahan diri. Menahan dari rasa amarah, benci, dan keluh kesah yang berkepanjangan. Jika ini tidak dipahami maka akan merusak kadar kesabaran dalam menghadapi segala cobaan yang mendera.

Takan ada setiap manusiapun yang terlepas dari segala pernak-pernik persoalan. Baik itu masalah rumah tangga maupun masalah yang ada dilingkungan luar. Semua perlu keahlian khusus dalam menanganinya, yaitu dengan kesabaran. Sikap sabar yang harus tertanam dalam hati dan jiwa kita.

Kata sabar seringkali terdengar saat mulai terlahir kedunia. Dikala seorang bayi mungil yang haus meminta ASI , dan sang Ibu berkata, “sabar nak, haus ya”.

Beranjak remaja dan dewasa, segala cobaan kian datang melanda, kata sabarpun selalu terngiang ditelinga, sang Ibu tak bosan-bosan mengingatkan kita, “sabar nak, orang sabar disayang Allah”. Itulah nyanyian seorang Ibu yang kasihnya tak pernah putus sepanjang masa.

Begitu juga dengan pasangan hidup dan anak-anak yang kita cintai. Sabar, sabarlahselalu, dengan tanda kutip, bila martabat diri dan agama dihina perlu kita bela kebenarannya. Sungguh, kesabaran itu tak berbatas, tak berpangkal dan tak berunjung, dan akan berbuah manis dikemudian harinya.

Yok, sabar adalah obat mujarab dari segala cobaan yang menghampiri. Kesabaran itu dapat diperoleh dengan mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta, sebagaimana firmanNya “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusu’”(Qs. Albaqarah 45).

Senin, 25 November 2013

inspirasi hujan

Tuhan, sampaikan salam rinduku padanya
pada kekasih yang kau titipkan padaku
pada cinta yang kau tanamkan dihatiku
pada sosok yang kau kirimkan padaku

untuk mengerti arti kasih dan sayang

Tuhan, jika penantian ini adalah pengorbanan
maka, jagalah ia agar ia tenang disana
temanilah ia saat ia sedih
tunjukanlah ia saat ia tak tahu harus kemana

Tuhan, jika boleh aku meminta
pertemukanlah kami dalam kenangan yang lebih indah
dalam pertemuan yang penuh kebahagiaan
ketika cahaya keberhasilan menghampiri dirinya

Tuhan, jaga cinta kami agar kesetiaan ini selalu ada
jaga cinta kami sampai saat nya manusia tak bisa berharap lagi

Minggu, 03 November 2013

Bogor

Halo, Assalamualaikum semuanya :)
Udah 2 bulan lo di kota perantauan, tepatnya di kota jakarta, ibukota negara indonesia hehe
gak kerasa 2 bulan, homesicknya gak karuan haha alay sih, maklum aja gak pernah jadi anak kosan sebelumnya,
langsung aja deh ini ceritanya pas lagi di Bogor kemarin 2 November 2013 hehe :)
ini aslinya acara cuma temen-temen sepurasahaan, awalnya rencana ke ancol, tapi gak jadi dan akhirnya ke bogor hehe...lumayan lah lama gak liat hijau-hijau an. Maklum di Jakarta pasti isinya mall, kalau gak mall apa coba? :D
kita berangkat ke Bogor ber 8, Aku Tatak Anisa Shasa Leli Wahyu Willy sama Alvin, ke bogor ketambahan Alvin, soalnya Alvin sekosan sama Willy hehe..
langsung aja, kita dari tempat naik busway, terus naik angkot buat sampek ke stasiun tanah abangnya hehe, sampek stasiun tanah abang kita naik krl tau kan krl apa? *googling*
kira-kira 1 jam lebih deh di kereta buat sampek di Bogornya. Sampai di bogor kita jalan ke Kebun Raya Bogornya, lumayan kalau dirasain jalan itu lumayan gempor, soalnya kita muter pintu yang kita tuju bukan pintu utama buat masuk jadinya muter hmmm...


ini pas mau masuk sempet-sempetin foto-foto dulu hehe :D
itu yang pakek hijab abu-abu pakek baju hitam putih namanya anisa, sebelahnya sasa, leli, tatak, aku :D

ya ini baru masuk di dalemnya :D
ini lagi di pinggir danau lo :D setelah di pinggir danau kita ngelanjutin buat cari tempat piknik, tapi kita beli eskrim dulu
nah ini kita piknik disini dengan bebagai macam kue dan jajanan :D
nih muka-muka bahagia yang lagi piknik, oh iya itu yang cowok sendiri namanya Wahyu :D
nih ya bisa dibilang foto alay sih :D dari depan yang pakek hijab orange aku kenalin lagi namanya Shasa, Tatak, Anisa, Aku dan yang pakek kerudung hitam Leli
ini foto kaki 5 cewek-cewek :D gak ada maksud
nah ini akhirnya foto lengkap ber7, aku kenalin yang cowok pakek baju merah namanya Willy yang satunya Wahyu :D
nih foto, paling banyak fotonya yang cewek, gak tau aku suka aja sama foto yang ini :D

dan setelah kita di Kebun Raya Bogor, pulang nya kita mampir cari makan di salah satu mall di Bogor, lupa nama nya :D setelah makan ya kita balik lagi ke ibukota :)
yah itu sekilas cerita dan foto-foto waktu di bogor kemarin, gak bisa nyeritain semuanya soalnya panjang banget, soalnya seharian perjalanan itu :D 


Senin, 28 Oktober 2013

:)

Telah lama ku simpan
Ternyata ku tak sanggup
Tak sanggup tak membuka
Walau telah ku paksa
Di hati ini
Tertulis sebuah kata
Kata sederhana
Yang mungkin tak bermakna apa-apa

Hanya satu buah kata yang muncul
Barangkali hanya kata usang
Tak berubah hingga petang
"Rindu"
Kupejamkan mataku
Wajahmu muncul
Kau tersenyum ke arahku

Terbesit…
Rasa ingin memburu
Mengejar senyuman itu
Namun semakin menjauh

Akh,
Tak usah kupikir lagi
Kau hanya mimpi yang sirna
Tak mungkin ku raih

Kusimpan rasa ini di ujung resah
Pada hujan petang yang basah
Sejumlah doa terbesit di alam mimpi
Terucap tanpa terasa..

Sabtu, 31 Agustus 2013

jika iya...

Jika aku jatuh cinta 
Aku akan tulus mencinta 
Yang utama bukan harta ataupun tahta 
Tapi dari akhlak dan hati yang tertata 

Jika aku jatuh cinta 
Ku ingin hidupku lebih bermakna 
Bukan cinta yang penuh dusta dan kebohongan belaka 

Jika aku jatuh cinta 
Ku tak ingin melakukan kesalahan yang sama 
Tapi belajar untuk memperbaiki noda 

Jika aku jatuh cinta 
Ku ingin cintaku semakin bertambah kepada-Nya 
Bukan berkurang atau bahkan melupakan-Nya 

Jika aku jatuh cinta 
Ku ingin bahagia karenanya 
Bukan cinta yang hanya membawa luka 

Jika aku jatuh cinta 
Ku ingin cinta ini membawaku ke surga 
Bukan menjerumuskanku ke dalam neraka 

Jika aku jatuh cinta 
Ku ingin hanya keridhaan-Nya yang ada 
Bukan kemurkaan-Nya